Seminar oleh Université Paris-Saclay: Prancis Perkuat Kerja Sama dengan Indonesia di Bidang Kecerdasan Buatan 

JAKARTA, BANDUNG, SURABAYA – Kedutaan Besar Prancis di Indonesia – Institut français d’Indonésie (IFI) dengan bangga menyelenggarakan serangkaian seminar publik tentang Kecerdasan Buatan, yang akan berlangsung pada tanggal 27 April hingga 1 Mei 2026 di tiga pusat akademis utama di Indonesia: Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Seminar-seminar ini menyajikan perkembangan terkini dalam penelitian Kecerdasan Buatan secara langsung kepada para mahasiswa, akademisi, dan masyarakat luas di Indonesia. 

Seri seminar ini dipandu oleh Profesor Frédéric Pascal, Wakil Presiden Bidang Kecerdasan Buatan di Université Paris-Saclay, Direktur DATAIA Institute, serta pakar terkemuka di bidang pembelajaran mesin dan pemrosesan sinyal yang diakui secara global. Sebagai tokoh terkemuka di bidang matematika terapan dan pakar kelas dunia di garis depan kecerdasan buatan, Profesor Pascal memainkan peran sentral dalam membentuk penelitian dan pendidikan kecerdasan buatan di Prancis maupun di tingkat internasional. 

Prancis merupakan salah satu negara terdepan di dunia dalam bidang Kecerdasan Buatan (AI), tempat lahirnya Mistral AI—salah satu dari hanya tiga negara yang telah mengembangkan model AI generatif mandiri berskala global—serta memiliki ekosistem yang berkembang pesat dengan lebih dari 1.100 perusahaan start-up AI dan sejumlah perusahaan teknologi mutakhir. Strategi AI Prancis semakin mendapat pengakuan internasional pada AI Action Summit yang diselenggarakan di Paris pada Februari 2025, yang mempertemukan perwakilan dari lebih dari 100 negara dan menegaskan kembali posisi Prancis sebagai penggerak global dalam pengembangan AI yang bertanggung jawab dan inovatif. 

Meskipun AI memainkan peran penting dalam mendukung visi Asta Cita pemerintah Indonesia, khususnya dalam memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM), ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendidikan menuju Indonesia Emas 2045, Prancis telah memprioritaskan penguatan kemitraannya dengan Indonesia. Melalui rangkaian seminar ini,

yang diselenggarakan dalam kerangka Tahun Inovasi Prancis–Indonesia 2026, Prancis menegaskan kembali komitmennya terhadap kemitraan ilmiah dan akademik dengan Indonesia—salah satu ekosistem teknologi paling dinamis di Asia Tenggara. 

Kunjungan Prof. Pascal ini berlangsung kurang dari sebulan setelah The AI Connect Summit, yang baru-baru ini diselenggarakan di Indonesia oleh Artefact—sebuah firma konsultan AI terkemuka asal Prancis. Kunjungan ini juga merupakan langkah penting dalam mewujudkan pertukaran akademis, beberapa hari setelah peluncuran resmi program LPDP-Université Paris Saclay yang menawarkan daftar program studi yang memenuhi syarat terkait Kecerdasan Buatan, Informasi dan Teknologi, Ilmu Pengetahuan Alam, serta Teknik. Di antara program-program tersebut, beberapa di antaranya benar-benar berada di inti bidang Kecerdasan Buatan, seperti Master in Data, Knowledge and Artificial Intelligence serta Master in Genomics Informatics, Mathematics and Artificial Intelligence for Health and Environment.  

Selama kunjungannya, Profesor Pascal bertemu dengan Profesor Derwin Suhartono, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas BINUS, salah satu tokoh terkemuka di bidang kecerdasan buatan di Indonesia—yang semakin memperkuat hubungan kelembagaan antara kedua negara. Seiring dengan pesatnya perkembangan ekosistem kecerdasan buatan (AI) di Indonesia, hal ini juga menjadi fokus strategis bagi BINUS University, dengan program-program khusus, inisiatif penelitian, dan kolaborasi industri yang bertujuan mempersiapkan mahasiswa untuk ekonomi digital, membina talenta AI, serta mendorong generasi muda untuk menguasai teknologi-teknologi baru. 

Program: Tur Akademik di Beberapa Kota   

Rangkaian seminar ini diselenggarakan di lima universitas di tiga kota:  

•  Jakarta (27 April): BINUS University  

•  Bandung (28 April): Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Telkom University  

• Surabaya (29–30 April): Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Airlangga (UNAIR)  

Semua sesi diselenggarakan dalam bahasa Inggris dan terbuka untuk mahasiswa, akademisi, serta masyarakat umum, dengan koordinasi partisipasi dilakukan oleh universitas tuan rumah. 

Tentang Université Paris-Saclay Université Paris-Saclay adalah universitas riset kelas dunia yang terkenal karena keunggulannya di bidang sains, teknik, dan inovasi. Menurut peringkat Shanghai (ARWU), Paris-Saclay menempati peringkat ke-13 secara keseluruhan, dan berkat 6 Penghargaan Nobel dan 11 Medali Fields yang diraih, universitas ini menempati peringkat ke-2 dalam bidang Matematika, serta peringkat ke-6 dalam bidang Fisika. Dengan 275 laboratorium penelitian terdepan, Paris-Saclay merupakan universitas yang sangat inovatif yang melahirkan lebih dari 100 perusahaan start-up baru setiap tahun. 

https://www.universite-paris-saclay.fr/en  

Next
Next

LPDP-France PhD Joint Scholarship Programme, Tingkatkan Kolaborasi Riset dan Pendidikan Berkelanjutan antara Indonesia-Prancis