
Webinar land subsidence dan masa depan 112 kab/kota pesisir langganan banjir
Webinar: Masa Depan 112 Kab/Kota Langganan Banjir Pesisir
Isu land subsidence atau penurunan permukaan tanah sudah menjadi alarm lingkungan sejak setidaknya 20 tahun terakhir di Indonesia. Wilayah yang terdampak sangat besar mencakup sedikitnya 122 kabupaten/kota. Banjir pesisir ini berdampak terhadap daerah dan kehidupan masyarakat, termasuk dalam mata pencarian, hunian, kesehatan, hingga tata kota. Terkait kondisi tersebut, Indonesian Journalists for Climate bekerja (IJ4C) bersama dengan Land Subsidence Initiative (LASSI) dan Society of Indonesian Science Journalists (SISJ) menyelenggarakan webinar untuk media untuk mendorong peliputan yang lebih banyak mengenai mitigasi dan potret wilayah terdampak banjir pesisir.
Webinar akan dilaksanakan pada:
Sabtu, 7 September 2024
Pukul 10:00 s/d 12:00 WIB
Untuk pendaftaran silakan klik link berikut: bit.ly/banjirpesisi
Link zoom akan dikirimkan H-1 via email sebelum webinar dilaksanakan.

Cuaca, Iklim dan Dampak pada Produksi Padi
Produksi pangan global terancam karena kenaikan suhu dan anomali cuaca yang dipengaruhi perubahan iklim. Salah satu dampak perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh petani adalah berkurangnya suplai air dan ancaman kekeringan. Akibatnya target produksi padi meleset dan harga beras terus naik. Terkait kondisi tersebut, Indonesian Journalists for Climate (IJ4C) berkolaborasi dengan Society of Indonesian Science Journalists (SISJ) menyelenggarakan webinar mengenai isu ini dengan sejumlah nara sumber terpilih pada;
Sabtu, 27 Juli 2024
Pukul 10.00-12.00 WIB
Lokasi : Zoom meeting (link dikirim setelah mendaftar)
Untuk pendaftaran, silakan isi formulir di tautan berikut: bit.ly/Pangan_Iklim
Link akan dikirim via email h-1 acara diselenggarakan.

Catatan Setahun Krisis Air di Indonesia Fellowship Archipelago of Drought
Catatan Setahun Krisis Air di Indonesia Fellowship Archipelago of Drought
Sepanjang 2023, krisis air melanda berbagai wilayah Indonesia akibat kemarau dan gejala El Nino.
Krisis berdampak pada langkanya air bersih, kebakaran lahan dan hutan, panen gagal dan harga beras yang melejit. Fenomena perubahan iklim dikhawatirkan berpengaruh pada kejadian krisis serupa di tahun-tahun mendatang.
SISJ bersama CNNID Academy dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta mendorong makin banyak jurnalis memberitakan situasi ini agar publik dan pengambil keputusan dapat merumuskan sikap yang tepat guna menghindari krisis berikutnya.
Fellowship Archipelago of Drought memberi pelatihan dan pembekalan bagi jurnalis agar siap meliput isu penting ini. Tak kalah penting adalah peran jurnalis foto sebagai pembawa pesan bagaimana krisis air berdampak pada semua lapis kehidupan.
Dalam Webinar ini jurnalis, dan pejabat pemerintah serta khalayak diundang untuk turut memberi masukan guna menghindari krisis terjadi lagi di masa depan.
Kamis, 21 Des 2023
1400 - 16.00 WIB
Platform Zoom
Link pendaftaran: bit.ly/CatatanSetahunKrisisAir
Tersedia bantuan data internet senilai Rp50K untuk 100 pendaftar pertama.
#ArchipelagoofDrought
#SISJKrisisIklim
#ASRISelalu

Melihat Skema Pembiayaan JETP Melalui Kacamata Sains
Setahun setelah Just Energy Transition Partnership (JETP) diluncurkan, sudah banyak aspek dari skema transisi energi ini yang menjadi diskursus publik. Namun, pembahasan terkait teknologi dan instrumen keuangan yang dapat mendukung JETP masih belum terlalu banyak didiskusikan. Padahal, hal-hal tersebut juga berkaitan dengan aspek keadilan.
Yayasan Indonesia CERAH dan Society of Indonesian Science Journalist (SISJ) akan menyelenggarakan acara expert panel dengan mengundang para ahli terkait isu transisi energi berkadilan untuk melihat dan mendiskusikan pentingnya mempertimbangkan riset ilmiah di dalam pengambilan keputusan JETP agar skema ini dapat berjalan tanpa hambatan.
📅: Rabu, 13 September 2023
⏰ 12.00 - 15:00 WIB
Daftar disini: bit.ly/CERAHxSISJMediaBriefing
Salam,
Yayasan Indonesia Cerah dan SISJ

Idealisme Sejarah dan Jurnalisme Sains di Indonesia
Kepulauan Nusantara adalah surga untuk melakukan eksplorasi ilmiah. Para ilmuwan dari seluruh dunia pernah membuat penemuan penting di sana. Namun, mengapa nama-nama ilmuwan Indonesia itu sendiri hampir tidak pernah muncul dalam catatan sejarah ilmu pengetahuan? Fenomena terkini membuktikan bahwa peristiwa-peristiwa yang terjadi mengakar pada sains dan membutuhkan pendekatan sains sebagai usaha penyelesaiannya. Kenyataannya, sering kali sains dinomorduakan setelah kepentingan politik dan ekonomi, dan masyarakat awam menjadi buta sains. Sejak era kolonial hingga kini, saintis terus dirundung dilema, antara berpatron kepada negara (floracrat – Goss, 2014) atau idealis menyampaikan pengetahuan kepada masyarakat. Andrew Goss dalam buku Belenggu Ilmuwan dan Pengetahuan menyatakan bahwa ilmuwan, betapa idealisnya, tidak lepas dari pengaruh negara.
Diskusi ini memaparkan bagaimana ilmu sejarah dan jurnalistik berupaya mengembalikan sains kepada fungsinya yang luhur, memimpin masyarakat dan negara untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Selain itu, diskusi ini menjadi pengantar kita menuju Pekan Rumphius dalam rangka peluncuran buku 𝑲𝒐𝒕𝒂𝒌 𝑲𝒆𝒂𝒋𝒂𝒊𝒃𝒂𝒏 𝑩𝒆𝒏𝒖𝒂 𝑴𝒂𝒓𝒊𝒕𝒊𝒎: 𝑨𝒎𝒃𝒐𝒏 𝑨𝒃𝒂𝒅 𝑿𝑽𝑰𝑰. Rumphius dan sosok-sosok ilmuwan yang terlupakan dalam sejarah Indonesia akan dikenang kembali selama awal November mendatang.
Silahkan gabung diskusinya terbuka untuk umum ~
📅 Jumat, 27 Oktober 2023
⏰ 15:30-17:00 WIB
📌 Zoom meeting ID: 843 7859 0687
Passcode: 194317

Membangun Data Sains
Soft launch portal bank data sains ISN Lab by SISJ akan digelar Jumat, 8 September 2023 Pukul 14.00 WIB secara virtual.
Dalam acara ini kami juga menggelar diskusi “Membangun Data Sains” dengan menghadirkan narsumber
- Wan Ulfa (IDJN)
- Ilham Ridlo (Indonesian Science Communication Labs/IDSCL)
- Dhana Kencana (ISN Lab)
Buat kamu para jurnalis dapat meraih peluang fellowship peliputan berbasis data sains senilai total Rp 100 juta!!
Daftarkan dirimu di bit.ly/WebinarISNLab
*Webinar ini terbuka dan gratis
#jurnalisains #isnlab #sisj #GNI

Masyarakat Adat dalam Isu Perubahan Iklim
Perubahan iklim berdampak global terhadap seluruh bumi. Berkurangnya hutan yang menjadi penyebab perubahan iklim pun berdampak kepada Orang Rimba. Mereka mengalami kelangkaan sumber pangan dan menjangkitnya penyakit yang tidak mampu ditangani secara tradisional. Penyakit demam berdarah, malaria, tuberculosis, dan pneumonia semakin jamak ditemui.
Penyakit ini ditenggarai salah satunya dipengerahi oleh perubahan iklim. Curah hujan dengan penyinaran matahari yang relatif panjang turut mempengaruhi maraknya demam berdarah, karena perindukan nyamuk Aedes Aegypti dan Anopheles sehingga nyamuk berkembangbiak lebih cepat dan lebih masif.
Dengan kondisi Orang Rimba yang tinggal tidak dalam rumah tertutup maka peluang untuk digigit nyamuk ini semakin terbuka dan pada akhirnya menimbulkan kerentanan pada suku ini. Untuk itu, sangat penting adanya sejumlah langkah yang bisa dilakukan guna mengendalikan situasi ini.
Terkait dengan kondisi ini, KKI Warsi dan Society of Indonesian Science Jurnalist (SISJ) menyelenggarakan webinar dengan Tema: Masyarakat Adat Dalam Putaran Isu Perubahan Iklim.
Simak diskusinya melalui zoom.
Meeting ID : 859 4073 9904
Passcode : 627006
Registrasi : bit.ly/MAIklim atau scan code di pamflet
KKI Warsi
Konservasi Bersama Masyarakat
#OrangRimba #perubahaniklim #penyakitorangrimba #KKIWarsi #Warsi #Jambi #EventJambi #acarajambi

Subsidi Mobil Listrik untuk pribadi atau transportasi publik
Perdebatan publik soal isu subsidi mobil listrik dan motor listrik telah berlangsung hangat
sepanjang dua bulan terakhir – menandai besarnya minat masyarakat dalam isu transportasi pada
umumnya dan isu subsidi berkaitan dengan opsi transportasi yang lebih ramah lingkungan pada
khususnya.
Informasi dan pemberitaan berkisar dua agenda ini dengan basis ilmiah, penting disebarluaskan. Namun sayangnya, tidak semua kalangan termasuk media, punya kemampuan cukup untuk memahami konteks perdebatannya dan bagimana meliput dengan cerdas agar mendorong diskursus publik mengerucut pada kebijakan yang adil, berkontribusi pada peningkatan kualitas transportasi, sekaligus mendukung tercapainya target emisi Indonesia.
Karena itu, SISJ mengadakan webinar “Subsidi Mobil Listrik untuk Pribadi atau Transportasi Publik?” Webinar akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: Sabtu, 27 Mei 2023
Waktu : Pukul 10.00-12.00 WIB
Platform : Zoom meeting
Untuk pendaftarannya klik link di bawah ini ya:
https://bit.ly/WebinarMobiListrik

Ancaman Krisis Air Studi Kasus AS dan Indonesia
Ancaman Krisis Air Studi Kasus AS dan Indonesia
Terlalu banyak aspek krisis iklim yang hingga kini belum mendapat perhatian serius publik. Air adalah salah satu di antaranya, meskipun dari tahun ke tahun tandanya sudah kita temui di berbagai bagian Indonesia. Ancaman yang sama dihadapi warga AS. Krisis Air dalam bentuk kelangkaan, kekeringan, kegagalan panen, kandasnya industri pariwisata, juga terjadi. Bagaimana melihat dan kemudian memberitakan fenomena ini dengan mendengar sudut pandang para ahli?
Profesor Balaji Rajagopalan (Colorado University) dan Dr Heri Andreas (ITB) akan menyajikan pandangan terkait isu ini.
Hadiri webinar bagian dari kolaborasi SISJ - US Embassy - CNN Indonesia Academy secara virtual pada:
🗓️ Sabtu, 11 Maret 2023
⏰ 10.00 sd 12.00 WIB
📱Dana kuota Rp50K untuk 100 peserta pertama
Registrasi: https://lnkd.in/g3vsKttj

Cuaca Ekstrem and Tantangan Peliputannya
SISJ-MELIPUT RESIKO CUACA EKSTREM
Kerjasama saintis dan jurnalis dalam informasi resiko yang cerdas dan bertanggung jawab
Di tengah krisis iklim global yang sedang berlangsung, kejadian-kejadian yang terkait dengan cuaca ekstrem semakin sering terjadi. Indonesia, sebuah negara kepulauan yang berada di antara dua benua dan dua samudra, menjadi lokasi dengan resiko bencana cuaca ekstrem yang sulit diprediksi namun juga berpotensi untuk menyebabkan kerugian bagi masyarakat bawah.
Informasi dan peringatan dini yang solid secara ilmiah penting untuk disebarluaskan untuk mencegah kerugian ini. Namun sayangnya, akhir-akhir ini, banyak mis-informasi tersebar di kalangan publik. Strategi komunikasi sains yang tepat diperlukan oleh jurnalis dan saintis yang menjadi aktor utama dalam menyampaikan informasi ini.
Namun, bagaimana sebenarnya cara menyampaikan resiko cuaca ekstrem yang baik? Pengetahuan dasar apa yang wajib dimiliki jurnalis dalam mengkomunikasikan sains meteorologi? Dan apa-apa saja yang penting untuk diingat dalam melakukan komunikasi sains?
Ikuti webinar SISJ pertama di tahun 2023!!!
Bruno Latour: Sains, Masyarakat dan Perubahan Iklim
Beragam pakta dan komitmen untuk lingkungan digagas dalam COP 27 dan KTT G20. Dunia menghadapi krisis iklim dan ekonomi, begitu kata pejabat, ilmuwan hingga pendiri perusahaan rintisan. Namun ternyata business as usual dalam pemenuhan energi, pangan, dan pengelolaan hutan terus berlanjut. Lebih buruk, banyak yang masih tidak paham dan bahkan mengingkari perubahan iklim. Misinformasi iklim menyebar dan kita semua gelagapan mengatasinya. What fail us?
Semasa hidupnya, filsuf dan sosiolog Bruno Latour banyak menggagas tentang sains, masyarakat, dan lingkungan. Ia meninggal di Paris pada 9 Oktober 2022. Memperingati 40 hari meninggalnya penggagas kajian sosial sains dan teknologi itu, SISJ mengajak teman-teman untuk mengenal dan mengenang gagasannya.
Ikuti webinarnya pada:
Sabtu, 19 November 2022, pukul 10-12 WIB.
Siapa tahu, ide-ide segar untuk Bumi bisa lahir dari peng(k)ajian 2 jam ini.
Daftar lewat tautan ini, ya...
https://bit.ly/RegLatour
ShotbyPhone: Biodiversitas dalam Lensa
The Society of of Indonesian Science Journalists (SISJ) akan menyelenggarakan webinar “ShotbyPhone: Biodiversitas dalam Lensa”
Buat kamu yang ingin mengeksplor fotografi hidupan liar, mari bergabung.
🗓 Sabtu, 28 Mei 2022
🕓 Pukul 09.00-11.00 WIB
📍Zoom Meeting
Link pendaftaran: https://bit.ly/SISJshotbyphone

Meliput Ragam Flora dan Fauna Non-Ikonik Indonesia
Halo sobat sains!
Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Seri webinar pertama SISJ untuk Tahun Biodiveritas 2022!
Dengan dukungan dari Earth Journalism Network (EJN), SISJ berharap webinar ini dapat mendorong kesadaran jurnalis di Indonesia untuk meliput kekayaan hati yang tersisa di Indonesia dan upaya melindunginya dari kepunahan.
Seiring dengan meningkatnya ancaman deforestasi dan eksploitasi sumber daya alam, bisa dipastikan berbagai spesies hewan dan tumbuhan asli Indonesia berjuang untuk bertahan hidup. Sebagian diantaranya belum banyak diketahui oleh publik, sehingga mereka berjuang melawan kepunahan dalam senyap. Siapa saja mereka dan apa bentuk ancaman kepunahannya?
SISJ Biodiversity Year 2022 mencoba untuk mengangkat kisah mereka dan webinar ini adalah pembukaan agenda kami.
Dengan menghadirkan begawan ilmu konservasi dan biodiversitas Indonesia, Prof. Jatna Supriatna, webinar ini akan mengenalkan konsep dasar biodiversitas Indonesia kepada para wartawan. Yang tak kalah menarik, Arifin Irsyam, M.Sc, seorang ahli botani dari Sekolah Tinggi Ilmu Hayati di Bandung juga akan berbagi kisah menarik mengenai berbegai jenis tumbuhan yang terancam punah di Indonesia.
Kami juga menyadari bahwa menceritakan isu biodiversitas juga bukanlah perkara yang mudah. Oleh karenanya, kami juga mengundang Brigitta Isworo Laksmi, seorang jurnalis sains independen yang melanglang buana melaporkan isu lingkungan untuk Harian Kompas, untuk melatih mengenai jurnalisme sains sastrawi atau yang disebut juga Narrative Science Writing.
kabar baiknya, webinar ini terbuka untuk semua pekerja media bahkan mahasiswa jurnalistik di Indonesia.
Ayo, jangan sampai ketinggalan. Catat tanggal mainnya ya: Sabtu, 05 Maret 2022, jam 09.00 WIB!
Tersedia juga bantuan paket data untuk 100 peserta sneilai @100K. Silahkan daftar di sini:
https://bit.ly/SISJbiodiversity1
Di akhir webinar, kita juga akan mengumumkan fellowship liputan bertemakan biodiversitas non-ikonik Indonesia. Sekitar 10 proposal terpilih akan mendapat mentoring jurnalistik dan bantuan liputan sebesar @7juta rupiah!
Ayo bergabung untuk melindungi biodiversitas Indonesia!

2022-SISJ Biodiversity Year
Salam Sains!
Di tengah situasi dunia yang masih gelap karena pandemi, tahun 2022 membawa kabar baik untuk SISJ dan wartawan yang berminat pada isu sains di seluruh Indonesia. Tahun ini, SISJ menggelar serangkaian acara terkait 2022 sebagai Tahun Biodiversitas Indonesia.
Biodiversitas adalah salah satu kekayaan khas terbesar Indonesia yang hingga kini belum habis dieksplorasi manfaat dan perannya untuk umat manusia. Dengan luas daratan mencapai hampir 2 juta km2 dan luas lautan 3,2 juta km2, kita punya sekitar 11 persen kekayaan spesies global tersimpan di tanah nusantara. Di laut keragaman hayati Indonesia adalah yang paling kaya di dunia dengan spesies flora dan fauna yang belum teridentifikasi – apalagi dideteksi pemanfaatannya. Banyak spesies justru baru ditemukan saat berada dalam kondisi terancam punah.
SISJ melihat liputan sains bisa memberi konstribusi positif pada situasi ini. Meliput, menceritakan, mengabadikan, meneruskan informasi adalah bagian dari upaya menaikkan kepedulian pada kekayaan hayati tersebut sekaligus menunda kepunahannya. Fokus diberikan justru bukan pada spesies Orangutan, Macan Sumatera, Gajah Kalimantan, Komodo, Badak Jawa, Burung Cendrawasih, Jalak Bali, bunga Rafflesia atau Buah Merah – ragam spesies ikonik Indonesia.
Karena ikonik atau tidak, semua spesies punya peran penting membangun ekosistem. It is that range of biodiversity that we must care for - the whole thing - rather than just one or two stars – yang penting dilindungi bukan satu atau dua spesies penting saja, tapi semua keragaman hayati di habitatnya, kata Bapak dokumentar alam, Sir David Attenborough.
Hutan Harapan di perbatasan Jambi dan Sumatera Selatan. Image credit: KOMPAS/Irma Tambunan
Webinar untuk mengenalkan spesies flora dan fauna non-ikonik Indonesia, fellowship untuk menjaring bakat liputan sains dengan focus keragaman hayati dan tata cara mendapat foto spesies terbaik bermodal lensa kamera telepon genggam adalah bagian dari menu kegiatan SISJ tahun 2022. Tersedia dana liputan, hadiah dan dampingan para mentor terbaik untuk peserta kegiatan ini. Terus ikuti agenda SISJ dan jadilah bagian dari komunitas pelindung biodiversitas Indonesia!
Bencana, Cuaca Ekstrem dan Perubahan Iklim
Dengan hormat
Kami di SIEJ (Society of Indonesian Environmental Journalists) dan SISJ (Society of Indonesian Science Journalist) mencermati musim hujan sepanjang tahun 2021 telah menyebabkan rangkaian bencana hidrometeorologi di seluruh Indonesia. Daftar panjangnya dipastikan terus bertambah karena musim hujan diramalkan berlanjut hingga April 2022.
Dalam amatan kami, peliputan media soal bencana ini seringkali menempatkannya sebagai isu terpisah dari fenomena iklim yang makin cepat berubah dan menyebabkan terjadinya cuaca ekstrem global.
Kami meyakini bahwa memberikan pengetahuan mendasar tentang pola cuaca dan iklim serta dampaknya dalam situasi kebencanaan di Indonesia pada para jurnalis yang meliput fenomena ini akan menjadi salah satu kunci peningkatan kualitas jurnalistik dalam melaporkan isu bencana dan iklim pada publik.
Oleh karena itu, kami berharap dapat mengundang kesediaan teman-teman para jurnalis hadir dalam webinar kerjasama SIEJ dan SISJ pada:
Sabtu, 18 Desember 2021 Pukul 10.00 sd 12.00 WIB melalui platform virtual Tautan: https://bit.ly/BencanaPerubahanIklim
Dua ilmuwan ahli iklim dan bencana akan membagikan pengetahuan mereka:
Dr Urip Haryoko - Plt Deputi Klimatologi BMKG
Dr Erma Yulihastin - Ilmuwan Riset dan Teknologi Atmosferik BRIN
Terima kasih atas perhatian dan kehadiran teman-teman.
Salam,
SIEJ
SISJ
Peluncuran Database Saintis Pertama di Indonesia & Pentingnya Kolaborasi Ilmuwan-Wartawan
Pandemi makin meneguhkan peran ilmu pengetahuan di negeri ini. Informasi, konfirmasi, kritik, dan saran dari para ahli telah membawa perubahan-perubahan lebih baik di tengah penanganan Covid-19.
Peran pencerdasan publik ini ditangkap SISJ sebagai salah satu esensi terpenting komunikasi sains: memberi petunjuk agar publik mampu mengambil keputusan hidup dengan tepat (informed decision).
Peran media dan jurnalis mengamplifikasi suara-suara ini agar makin banyak kalangan merasakan manfaat kebijakan, saran, tindakan yang didukung bukti (evidence-based).
Dalam proses ini kontribusi kaum cerdik pandai dan berilmu pada publik melalui pemberitaan media menjadi sangat penting. SISJ mengambil peran dalam proses tersebut dengan menjadi jembatan bagi kolaborasi saintis dan jurnalis ini.
Ratusan ilmuwan jadi bagian dari database SISJ yang kini dapat dijangkau wartawan melalui situs sisj-indonesia.org.
Kami berharap angka ini terus bertambah. Jejaring ilmuwan dan wartawan agar semakin luas.
Menandai dibukanya kanal database saintis ini SISJ mengundang kehadiran Anda pada acara
"PELUNCURAN DATABASE KONTAK SAINTIS PERTAMA DI INDONESIA & PENTINGNYA KOLABORASI SAINTIS-JURNALIS"
Sabtu, 13/11/21
Pukul 10.00 WIB sd selesai
Link temu virtual: https://bit.ly/SISJdata
Agenda juga akan disiarkan live via kanal Youtube Society of Indonesian Science Journalists.
Mari bergabung...

Kemajuan Riset Vaksin Merah Putih
Society of Indonesian Science Journalists mempersembahkan SISJ original webinar series tentang isu riset vaksin Indonesia.
The Science of Palm: Mengevaluasi Riset Kelapa Sawit
Agar mampu memanfaatkan riset untuk mendukung pemberitaan terkait sawit, jurnalis perlu berbekal kemampuan. Bagaimana membaca dan mengevaluasi riset serta metodologinya. Atau, bagaimana berjejaring dengan ilmuwan-ilmuwan terkait. Lalu, mengapa jurnalis perlu memperhatikan riset dan metodologinya saat mewartakan lingkungan serta mengevaluasi kesahihannya.
Buat kita semua, mari bergabung dalam seri ketiga webinar "Sains Kelapa Sawit" yang diselenggarakan Society of Indonesian Science Journalists (SISJ) @jurnalisains dan Center for International Forestry Research (CIFOR) @cifor_forests
Kapan? Selasa, 4 Mei 2021 Pukul 10.00-12.00 WIB
Dimana? Zoom meeting
Narasumbernya?
1. Jatna Supriatna (Universitas Indonesia) @supriatnajatna
2. Teguh Surya (Yayasan Madani Berkelanjutan)
3. Herry Purnomo (CIFOR)
Moderator: @ricky.jenihansen
Topik: Mengevaluasi Riset Kelapa Sawit
Catat waktunya, kita berkumpul kembali.
The Science of Palm: Proyek OPAL
Webinar seri ke-2 the Science of Palm Oil dua hari lagiii...😁
Mari bergabung dalam serial webinar Society of Indonesian Science Journalists (SISJ) @jurnalisains bekerjasama dengan Center for International Forestry Research (CIFOR) @cifor_forests
Topik: Proyek OPAL
Hari: Jumat, 30 April 2021
Pukul 09.00-11.00 WIB
Tempat: ruang Zoom
Narasumber:
1. Rizka Amalia/Bayu Eka
Yulian (IPB) membahasTutupan Lahan dan Pengembangan Kelapa Sawit: Dampak
Sosial, Ekonomi, dan Ekologi.
2. Fitri Nurfatriani (FOERIDAl
Membahas Optmalisasi Dana Sawit untuk Mengurangi Deforestasi
3. Suria Darma Tarigan (IPB) dengan materi Manajemen Lahan Kelapa Sawit untuk Jasa Lingkungan Berbasis Biodiversitas.
Pemantik: Dewi Safitri (Sekjen SISJ)
Join us...
The Science of Palm: Meliput Kelapa Sawit Berbasis Riset
Kelapa sawit memiliki wajah ganda, penopang ekonomi dan perusak lingkungan. Lima juta orang bergantung pada sektor kelapa sawit untuk penghidupan. Sebelas persen pendapatan Indonesia berasal dari ekspor minyak sawit. Pada saat yang sama, jutaan hektar gambut rusak akibat monokultur sawit, bahkan salah satu pemicu kebakaran lahan dan tragedi kabut asap pada 1997 dan 2015.
Wajah ganda kelapa sawit selalu mengundang kontroversi. Dalam pemberitaan media, narasi perusahaan kelapa sawit dan lembaga swadaya masyarakat bertarung. Oleh industri disebut sebagai penyelamat ekonomi, sedangkan lembaga swadaya masyarakat menyebut sebagai perusak besar. Berbagai, pernyataan itu kerap tak berdasar dan klaim berlebihan.
Selayaknya jurnalis dapat memahami lebih mendalam peliputan dan pemberitaan sawit. Dalam hal ini perlu ditopang hasil riset yang mumpuni.
Mari bergabung dalam serial webinar Society of Indonesian Science Journalists (SISJ) @jurnalisains bekerjasama dengan Center for International Forestry Research (CIFOR) @cifor_forests
Seri 1 Webinar, Selasa, 27 April 2021. Pukul 10.00-12.00 WIB.
Topik: Meliput Kelapa Sawit Berbasis Riset.
Pembicara: Brigitta Isworo Laksmi (Ex Jurnalis Harian Kompas) dan Hans Nicholas Jong (Mongabay)
Moderator: @Irma_tambunan
Untuk pendaftaran bergabung webinar, dapat menghubungi Imhe +62 878-4001-9005

SISJ-CIFOR: The Science of Oil Palm
Oil palm is a hotly-debated issue in both national and international media. For Indonesia, Malaysia, and a few other nations, the crop - which is the most efficient source of vegetable oil - represents two sides of coins. One side is sources of national GDP while the other side shows forest fire and environmental disaster.

Genomic Surveillance: Antara Tantangan dan Birokrasi
Apakah virus SARS-Cov2 yang beredar dan bertambah banyak di Indonesia sudah mengalami mutasi yang signifikan?

What Makes a Good Science Story?
The Society of Indonesian Science Journalists (SISJ) realizes that is time for Southeast Asian science journalists to share their expertise with local fellows. Besides the pandemic, Southeast Asia is home to many science-related stories that are important to tell.

ALMI-SISJ: Perkembangan Vaksin COVID-19 di Indonesia
Dalam menghentikan pandemi, vaksinasi penting untuk dikembangkan dan disebarluaskan segera. Bagaimana posisi Indonesia? Strategi apa yang dilakukan Biofarma, selaku produsen dan distributor vaksin, untuk menyebarkan vaksin ke seluruh penjuru nusantara?

ALMI-SISJ: Peneliti, Akademisi dan Informasi Sesat
Fenomena informasi sesat selama pandemi sebenarnya juga layak menjadi kajian ilmiah. Sejauh mana ilmuwan di dunia dan di Indonesia melihat peluang ini?

ALMI-SISJ: Peran Ilmuwan Dalam Merespon Pandemi
SISJ--Juli 2020 Penanganan pandemi COVID-19 yang carut marut di Indonesia mengingatkan kita tentang kebijakan sains yang selama ini terabaikan di Indonesia. Para ilmuwan memiliki kompetensi tapi seringkali tak bisa diwujudkan dalam bentuk kebijakan. Apa saja strategi pemerintah dalam memaksimalkan peran ilmuwan dan penggunaan sains dan teknologi dalam respon pandemi? Apa saja yang menjadi loopholes dalam translasi pengetahuan menjadi kebijakan?

Cara Menulis Pers Rilis dan Networking dengan Jurnalis
SISJ menyadari pentingnya engagement ilmuwan dengan jurnalis. Seringkali ilmuwan berbicara dalam jargon ilmiah dan angka-angka yang rumit. Di sisi lain, public membutuhkan informasi yang hanya bisa didapatkan melalui kajian ilmiah yang sistematis.

Meliput COVID-19
Di awal pandemi, SISJ bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) untuk mengenalkan jurnalisme sains ke 200 jurnalis di seluruh Indonesia melalui platform WhatsApp. Untuk pertama kalinya, ratusan wartawan terhubung dengan ilmuwan ahli kesehatan masyarakat, biologi molekuler, virology, dan dokter.