SISJ Biodiversity Fellows 2022
The Society of Indonesian Science Journalists (SISJ) telah menerima 81 proposal untuk Fellowship “Meliput Kepunahan Senyap”. Kami tidak menyangka bahwa dalam seleksi ini, kami belajar banyak mengenai keberadaan spesies-spesies non ikonik yang tersebar dari Aceh hingga Papua.
Dari moluska ke mamalia, capung ke jagung, jewawut, jali-jali, kukang, udang, kucing, macan, kelinci, katak, kuskus, pelanduk, tokek, babi, tapir, kura-kura, tarsius, aneka burung, aneka anggrek, timoho, pakoba ..
Memilih hanya 10 dari 81 proposal sungguh sebuah tugas menantang sekaligus membanggakan. Para mentor, yaitu Irma Tambunan (jurnalis sains KOMPAS), Yunanto Wiji Utomo (jurnalis sains Kompas.com), dan Hans Nicholas Jong (jurnalis sains Mongabay International), melakukan seleksi yang cukup ketat hingga sampai pada keputusan untuk memilih 10 nama berikut:
Theodorus Chendra Kelen (Jubi.co.id Papua)
Warga Kampung Saukobye dan Kampung Warbon di Distrik Biak Utara mengenal tanaman Sampare ini ramuan obat pengurang demam dan malaria. Daunnya dipetik dan direbus hingga mendidik kemudian airnya diminum dan bisa menyembuhkan penyakit malaria.
Bagaimana studi fitokomia yang dilakukan oleh ilmuwan di Universitas Cenderawasih mengkonfirmasi khasiat tumbuhan tersebut?
Febrianti (Jurnalistravel.com Padang)
Kelinci Sumatera yang diduga sudah punah terlihat kembali di Gunung Kerinci.
Dengan temuan ini, apa upaya konservasi yang akan dilakukan untuk menyelamatkan spesies langka ini? Laju deforestasi yang tinggi, kegiatan warga yang merambah hutan untuk membuka ladang baru, adalah ancaman yang mereka hadapi di habitat mereka di TN Kerinci Seblat.
Abdul Somad (Jaring ID Jakarta)
Ikan Pari Sungai Pinggir Putih (Fluvitrygon signifer) sangat sulit ditemukan di Indonesia. Habitatnya berada di wilayah Sungai Kapuas-Kalimantan dan Sungai di wilayah Sumatera Utara. Sayangnya, alih-alih mendapatkan perlindungan, biota itu justru dengan mudah diperjualbelikan di marketplace, seperti Tokopedia, Bukalapak, sampai Shopee.
Elvidayanti Darkasih (KBR Riau)
Bejernang (mencari jernang) dan bemanau (mencari rotan manau) adalah pencarian utama Orang Rimba yang tinggal di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD).
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memasukkan rotan manau sebagai salah satu spesies endemik yang terancam punah. Salah satu upaya penyelamatan yang dilakukan adalah dengan mereintroduksi tanaman tersebut di habitat aslinya.
Muhamad Taslim Dalma (Zonasultra.com Kendari)
Anggrek serat (Dendrobium utile) merupakan bagian dari biodiversitas Wallacea endemik di wilayah Sulawesi. Anggrek serat atau yang dikenal dengan nama Sorume dimanfaatkan oleh masyarakat adat Sulawesi Tenggara, yakni Suku Tolaki, sebagai bahan baku pembuatan anyaman untuk upacara adat.
Isvara Savitri (Tribun Manado)
Kelelawar Hitam (Pteropus alecto) alais Paniki yang diduga sudah langka di Sulawesi Utara hingga pasokan hariannya di pasar setempat harus didatangkan dari wilayah Sulawesi lainnya. Perburuan massal puluhan tahun telah menjadi ancaman serius kepunahan spesies ini.
Raden Ariyo Wicaksono (Betahita.id)
Pelahlar nusakambangan (Dipterocarpus littoralis Bl.) merupakan spesies endemik yang hingga saat ini diketahui hanya tumbuh alami di Pulau Nusakambangan. Penyebarannya yang sangat terbatas, daya regenerasi yang lambat serta tingginya pembalakan liar mengakibatkan status konservasi Pelahlar tergolong kritis punah
Imelda Vinolia (Suarariau.co Riau)
Pulau Dedap Durhaka merupakan sekelompok pulau kecil tak berpenghuni yang terletak di Selat Bengkalis, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Sementara si kancil napu atau pelanduk merupakan salah satu jensi hewan kekayaan hutan dari pulau ini
Perubahan lingkungan menyebabkan pelanduk semakin sulit ditemukan namun kebiasaan warga, yang menyantap daging pelanduk ketika tamu istimewa datang, turut menjadi tantangan.
“Bagaimana kelestarian pelanduk jika masih jadi santapan istimewa warga?
Lili Rambe (Mongabay.co.id Jambi)
Pencari ikan di Kawasan Taman Nasional Berbak-Sembilang Jambi sudah sering menyaksikan keberadaan Kucing tandang (Prionailurus planiceps) namun catatan resmi terntang keberadaan, jumlah dan pengetahuan tentangnya terbilang masih sangat minim. Publik, terutama pecinta kucing, perlu memahami ciri spesies yang sudah masuk daftar terancam punah sejak 2018 ini agar tak salah mengadopsinya sebagai peliharaan.
Ariel Kahhari (TVRI Aceh)
Lembaga Adat dan Kebudayaan Aceh (LAKA) Provinsi Aceh mencatat bahwa masyarakat Aceh sangat menghargai Bungong Jeumpa. Hal ini ditandai dengan pemanfaatan jenis ini dalam berbagai acara adat. Selain itu keharuman, keindahan dan warna bunga ini telah mengilhami pujangga Aceh untuk menciptakan syair yang terkenal dengan lagu Bungong Jeumpa.
Namun saat ini cempaka kuning seakan mulai hilang dari ingatan masyarakat Aceh. Tidak banyak rumah yang menanam bunga jenis ini. Kesadaran warga tentang jeumpa kuneng hanya terekam lewat lagu yang mulai jarang dinyanyikan.
***
Terima kasih kepada panel seleksi dan seluruh jurnalis peserta yang telah berkontribusi dengan proposal terbaiknya. Rupanya perhatian dan dedikasi wartawan Indonesia untuk publikasi dan pelestarian biodiversitas Indonesia cukup besar.
Kami berharap meski tak lolos sebagai liputan fellowship, semua proposal yang masuk tetap dibuat menjadi liputan yang kemudian dipublikasi oleh media tempat teman-teman jurnalis bekerja.
Maju terus liputan jurnalisme sains Indonesia!