Kepulauan Nusantara adalah surga untuk melakukan eksplorasi ilmiah. Para ilmuwan dari seluruh dunia pernah membuat penemuan penting di sana. Namun, mengapa nama-nama ilmuwan Indonesia itu sendiri hampir tidak pernah muncul dalam catatan sejarah ilmu pengetahuan? Fenomena terkini membuktikan bahwa peristiwa-peristiwa yang terjadi mengakar pada sains dan membutuhkan pendekatan sains sebagai usaha penyelesaiannya. Kenyataannya, sering kali sains dinomorduakan setelah kepentingan politik dan ekonomi, dan masyarakat awam menjadi buta sains. Sejak era kolonial hingga kini, saintis terus dirundung dilema, antara berpatron kepada negara (floracrat – Goss, 2014) atau idealis menyampaikan pengetahuan kepada masyarakat. Andrew Goss dalam buku Belenggu Ilmuwan dan Pengetahuan menyatakan bahwa ilmuwan, betapa idealisnya, tidak lepas dari pengaruh negara.
Diskusi ini memaparkan bagaimana ilmu sejarah dan jurnalistik berupaya mengembalikan sains kepada fungsinya yang luhur, memimpin masyarakat dan negara untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Selain itu, diskusi ini menjadi pengantar kita menuju Pekan Rumphius dalam rangka peluncuran buku 𝑲𝒐𝒕𝒂𝒌 𝑲𝒆𝒂𝒋𝒂𝒊𝒃𝒂𝒏 𝑩𝒆𝒏𝒖𝒂 𝑴𝒂𝒓𝒊𝒕𝒊𝒎: 𝑨𝒎𝒃𝒐𝒏 𝑨𝒃𝒂𝒅 𝑿𝑽𝑰𝑰. Rumphius dan sosok-sosok ilmuwan yang terlupakan dalam sejarah Indonesia akan dikenang kembali selama awal November mendatang.
Silahkan gabung diskusinya terbuka untuk umum ~
📅 Jumat, 27 Oktober 2023
⏰ 15:30-17:00 WIB
📌 Zoom meeting ID: 843 7859 0687
Passcode: 194317
Back to All Events